Sebelum Meninggal Novia Ingin Menjadi Guru Yang Baik, Tak Mau Mengusir Murid Yang Tak Mampu Bayar SPP


    Kepergian Novia Widyasari Rahayu seorang mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Brawijaya (UB) yang meninggal dunia di makam sang ayah masih meninggalkan duka.

    Meski sudah lima hari kepergiannya, simpat publik masih terus mengalir untuk gadis berusia 23 tahun itu. Dengan tagar #JusticeForNovia dan #SaveNoviaWidyasari,  publik ingin wanita yang gemar menulis ini mendapatkan keadilan.

    Novia sering menulis beberapa cerita, salah satunya adalah tulisan yang mengungkapkan cita-cita sederhanya yakni ingin menjadi guru baik, tidak berbuat kasar kepada murid apalagi sampai mengusir murid dari kelas.

    “Saya ingat betul, betapa menyedihkannya saya melihat teman saya yang tidak mampu membayar SPP dikeluarkan dari kelas, saat ujian. Lalu dimarahi di depan siswa yang lain. Saya melihat teman saya yang nakal dan dipermalukan. Saya melihat teman saya yang tidak ahli di salah satu bidangnya mata pelajaran, lalu dihukum di depan kelas,” tulisnya.

    Baginya perlakuan guru kepada murid yang seperti ini tidak akan mengubah murid menjadi baik. Ia berusaha untuk mencoba menjadi guru les privat dengan bayaran Rp35 ribu per pertemuan. Naun, ia juga kadang menggratiskan biaya les untuk siswa yang tidak mampu.

    “Apakah itu adil? Bukankah itu akan menyakiti perasaan mereka? Lalu beberapa yg lain dari mereka menjauhi yg tidak mampu membeli buku karena keterbatasan ekonomi. Saya selalu sedih ketika melihat ada teman saya yg seperti itu,” lanjut Novia dalam tulisannya.

    “Ketika siswa saya mendapat nilai jelek, saya bersedia menambah jam les tanpa dibayar, dan memberikan dia reward asal dia tidak menyerah karena nilai yang anjlok,” tulis Novia.

    Di akhir tulisannya, Novia juga memanjatkan doa kepada Tuhan agar dirinya diberi kesempatan untuk menjadi guru yang baik. Dirinya  memilih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris karena dengan itu cita-cita dapat terjembatani.

    “Saya ingin dekat dengan siswa saya. Nanti, apabila Allah mengizinkan saya untuk menunaikan apa yang saya cita-citakan, saya tidak akan pernah memarahi mereka, atau menunjukkan muka tidak enak,” tulisnya.

    Tidak ada komentar untuk "Sebelum Meninggal Novia Ingin Menjadi Guru Yang Baik, Tak Mau Mengusir Murid Yang Tak Mampu Bayar SPP"