Loading...

Bule Hidung Belang Cari Pemuas Nafsu di Cianjur, 3 Wanita Hamil Kini Ditinggal Usai Masa Kawin Kontrak Habis



Tempat wisata di daerah Cianjur, Jawa Barat, menjadi perhatian pemerintah Jawa Barat.

Praktik kawin kontrak di Cianjur masih sering terjadi seiring tingginya angka wisatawan asing yang datang ke Cianjur.

Sebagian besar bule hidung belang yang sering melakukan kawin kontrak dengan perempuan warga Cianjur berasal dari Timur Tengah.


Kawin kontrak yang diduga terjadi di kawasan Cipanas-Puncak itu dinilai dapat merugikan dan merendahkan kaum perempuan.

Kawin kontrak sebelumnya tidak hanya terjadi di Cianjur. Fenonema ini juga banyak terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, dilansir dari Bocimi Update.

Kawin kontrak yang dilakukan di bawah tangan ini mayoritas dilakukan wisatawan pria asal Timur Tengah dengan perempuan lokal.


Bupati Bogor Ade Yasin pun sempat memerintahkan kepala desa di kawasan Puncak, siaga dan memastikan wilayahnya steril dari praktik kawin kontrak.

"Harus siaga dan melihat lingkungannya, apakah terindikasi prostitusi seperti ini atau tidak. Jadi harus ada seperti dulu, tamu harus lapor 24 jam," kata Ade kepada awak media.

Terkait fenomena tersebut, pemerintah Cianjur mengeluarkan larangan kawin kontrak antara wisatawan asing dan warga terutama di kawasan Cipanas-Puncak.


"Kami akan segera membuat peraturan bupati terkait larangan kawin kontrak, mencakup larangan secara umum untuk warga lokal, luar kota dan wisatawan asing," kata Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur, Jumat 4 Juni 2021, dikutip dari Antara News.


Ia menjelaskan hingga saat ini praktik kawin kontrak masih tetap terjadi seiring tingginya angka wisatawan asing yang datang ke Cianjur, terutama wisatawan Timur Tengah.

Berdasarkan fatwa ulama, tambahnya, tidak memperbolehkan kawin kontrak karena dapar merendahkan derajat dan merugikan kaum perempuan.


"Kami merasa berdosa kalau membiarkan hal tersebut terus terjadi sehingga kami tengah menggodog perbup dan sanksi agar ada efek jera," jelasnya.


Ketua Harian P2TP2A Cianjur Lidya Indiyani Umar mengatakan sepanjang tahun 2021 telah mendapat tiga laporan terkait kawin kontrak yang merugikan perempuan di Cianjur, sehingga pihaknya menilai masih ada kawin kontrak yang terjadi di Cianjur.

Ia menjelaskan, dari tiga laporan tersebut, perempuannya dalam kondisi hamil namun ditinggalkan pasangannya karena masa kawin kontrak sudah habis.

Sehingga korban terpaksa harus menanggung beban sendiri untuk membesarkan anak dalam kandungannya.


"Kami mendukung adanya perbub yang melarang kawin kontrak berikut dengan sanksi tegas agar tidak ada lagi praktik kawin kontrak di Cianjur, karena selama ini masih terjadi dengan bukti masuknya tiga laporan terkait kawin kontrak, di mana kondisi perempuannya sedang hamil," katanya.

Hal tersebut, lanjutnya, selain merugikan korban juga akan berdampak luas terhadap tumbuh kembang sang anak.


Termasuk saat mengurus administrasi kependudukan karena sebagian besar pria yang melakukan kawin kontrak merupakan wisatawan asing. (ZJ)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bule Hidung Belang Cari Pemuas Nafsu di Cianjur, 3 Wanita Hamil Kini Ditinggal Usai Masa Kawin Kontrak Habis"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.