Kabar Terbaru Janda Ngaku Melahirkan Tanpa Hamil di Cianjur, Polisi Cari Ayah Biologis si Bayi



    Pihak berwajib dari jajaran Polsek Cidaun turun tangan terkait kabar menghebohkan yang menyebut seorang janda muda melahirkan tanpa hamil di Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

    Langkah polisi tersebut guna mencari sosok ayah biologis dari bayi perempuan yang lahir dari rahim SZ (25).

    Bahkan Polsek Cidaun disebutkan telah memiliki petunjuk terkait hebohnya kejadian melahirkan tanpa hamil ini.

    Polisi masih terus menguatkan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi, terutama keterangan dari keluarga SZ.

    Sosok laki-laki yang kemungkinan menjadi ayah biologis dari bayi yang dilahirkan SZ itu diduga mantan suami yang berpisah 4 bulan lalu.

    "Belum ada perkembangan, nanti diinfokan jika ada perkembangan selanjutnya," ujar Kapolsek Cidaun AKP Sumardi melalui sambungan telepon, Senin (15/2/2021).





    Foto bayi perempuan yang dilahirkan SZ, ibu yang tidak merasa hamil. (Istimewa)

    Sebelumnya, Kapolsek mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan jika sang ibu sempat menikah dengan seorang warga Kecamatan Agrabinta namun kemudian bercerai.

    "Saya mendengar sang ibu sudah bercerai selama 4 bulan," kata Kapolsek.

    Kapolsek mengatakan, informasi tersebut menjadi bekal pihak kepolisian untuk mencari keterangan lebih lanjut lagi.

    "Kami berharap pengecekan yang akan kami lakukan bisa memberikan pencerahan untuk kabar yang masih simpang siur ini," katanya.

    Kapolsek mengatakan, semua unsur muspika mulai dari Danramil, Camat, termasuk kepala Puskesmas sudah mendatangi rumah tempat dimana ibu tersebut melahirkan.

    Penjelasan Medis

    Pengakuan seorang janda muda yang tiba-tiba hamil hanya dalam 1 jam dan langsung melahirkan menggegerkan publik.

    Kejadian tersebut dialami SZ (25) yang merupakan warga Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

    Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Irvan Nur Fauzimenyebut, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah.

    Dalam dunia medis, apa yang dialami SZ dikenal dengan cryptic pregnancy atau kehamilan samar.

    Irvan menuturkan seorang yang mengalami kasus tersebut cenderung tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengandung.

    Soalnya, proses atau gejala kehamilannya sangat halus, sehingga kondisi tubuhnya tidak mengetahui itu.

    "Jadi, ibu ini hamil, namun tidak menyadarinya dan baru ketahuan setelah akan melahirkan," jelasnya, Minggu (14/2/2021).

    Faktor fisik dan psikis atau gabungan keduanya bisa menjadi penyebab terjadinya cryptic pregnancy.

    Selain itu, kehamilan samar bisa juga terjadi karena faktor hormonal.

    Di mana mungkin saja siklus menstruasi tidak stabil, sehingga saat keluar darah dikira haid, padahal bukan.

    "Jadi, ini lebih kepada mental health dan soal sikap aware yang bersangkutan terhadap kondisi tubuhnya," kata Irvan.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Irvan Nur Fauzi ((KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN))

    Memperhatikan kesehatan reproduksi

    Irvan mengatakan kehamilan samar harus dicegah.

    Ini bisa mengakibatkan hal buruk bagi perkembangan bayi dalam rahim dan juga pada saat persalinan.

    Bagi perempuan yang mengalami cryptic pregnancy, ia tidak memiliki persiapan jelang proses persalinan, pun si bayi kurang mendapat asupan gizi selama dalam kandungan.

    "Kebetulan pada bayi ini tidak terjadi. Namun, kita (kaum perempuan) tentunya perlu lebih aware, lebih memperhatikan lagi soal kesehatan reproduksi," ungkapnya.

    Sebelumnya, SZ melahirkan bayi perempuan dengan bobot 2,9 kilogram.

    Proses persalinannya pun normal.

    Kejadian ini bermula saat SZ tengah beristirahat, tiba-tiba merasakan perutnya membuncit.

    Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama, karena perutnya kembali ke bentuk semula.

    “Waktu itu saya mengira (perut membuncit) penyakit lambung saya kambuh,” ujar SZ, Jumat (12/2/2021).

    Karena penasaran, dia segera memeriksakannya ke puskemas.

    Usai diperiksa, ia terkejut.

    “Kaget dan heran, katanya saya hamil dan sudah waktunya melahirkan,” ucapnya.

    Jarak antara SZ merasa perutnya membuncit hingga dia melakukan proses persalinan hanya 1 jam.

    Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Janda Muda Melahirkan Tanpa Hamil, Polisi Mulai Dapat Petunjuk tentang Kasus Heboh Ini dan di Kompas.com dengan judul Disebut Peristiwa Langka, Seorang Ibu Melahirkan Tanpa Menduga Hamil, Ini Kata Ahli