Syekh Ali Jaber Wafat, Anak Angkat Si Pemulung Menangis: Maaf Akbar Belum Bisa Bahagiain Baba


    Muhammad Gifari Akbar mengurai kedukaannya pasca sang ayah angkat, Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

    Tangis Akbar, panggilan karibnya disapa bahkan tumpah tatkala mengenang sosok Syekh Ali Jaber, pendakwah yang mengangkatnya sebagai anak.

    Akbar lantas meminta maaf kepada Syekh Ali Jaber karena belum bisa membahagiakan sang ayah angkat.


    Sosok Akbar tahun 2020 lalu pernah jadi sorotan.

    Akbar adalah seorang pemulung yang fotonya saat sedang mengaji di tengah hujan sempat viral di media sosial.

    Keteguhan Akbar yang tetap mengaji di tengah-tengah memulung membuat Syekh Ali Jaber terketuk hatinya.

    Akbar pun diangkat anak oleh Syekh Ali Jaber hingga diberangkatkan umrah bersama.

    Karenanya, saat mendengar Syekh Ali Jaber wafat, hati Akbar pedih.

    Tak mampu berkata-kata banyak, Akbar hanya terdengar menangis seraya terisak.

    Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber tutup usia pada pada Kamis (14/1/2021) pukul 08.38 WIB di usia 44 tahun di RS Yasri.


    Ia sempat dinyatakan positif Covid-19.

    Namun, ustad Yusuf Mansur menyebutkan Syekh Ali Jaber sudah dinyatakan negatif Covid-19 sebelum meninggal dunia.

    Mendengar kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia, sang putra angkat, Akbar tak kuasa menahan tangis.


    Akbar lantas mengenang sosok Syekh Ali Jaber yang diakuinya adalah seorang ayah yang penyabar lagi baik hati.

    "Orangnya baik banget, sabar, enggak pernah marah. Saya enggak pernah lihat Syekh Ali marah. Dia orang tuh baik banget sama Akbar, sama orang lain," kata Akbar dilansir TribunnewsBogor.com dalam wawancara TVOne.

    Kembali mengenang, Akbar lantas teringat dengan dua pesan Syekh Ali Jaber untuknya.

    Syekh Ali Jaber meminta Akbar untuk bisa menghafal 30 juz Al Quran.

    Ia juga berharap agar Akbar kelak bisa jadi imam besar se-Indonesia.

    "Syekh Ali Jaber pernah berkata Akbar harus bisa hafal Al Quran sampai 30 juz".

    "Dan Akbar harus bisa jadi imam besar se-Indonesia," pungkas Akbar seraya terisak.

    Bersyukur bisa diangkat menjadi anak oleh Syekh Ali Jaber, Akbar berterima kasih.

    "Buat Syekh Ali Jaber, makasih banget udah mengangkat anak angkatnya".

    "Akbar juga senang banget Baba udah mengajak Akbar umrah. Pokoknya senang banget lah," imbuh Akbar.


    Mengucap syukur, suara Akbar tiba-tiba tertahan.

    Akbar lantas meminta maaf kepada Syekh Ali Jaber.

    Sebab diakui Akbar, ia belum sempat membuktikan bahwa ia bisa jadi seorang hafiz seperti permintaan Syekh Ali Jaber.

    "Maaf kalau Akbar ada salah sama Baba. Akbar belum bisa ngebahagiain Baba Syekh Ali Jaber".

    "Apalagi belum bisa ngebuktiin kalau Akbar ini udah hafal Al Quran," ucap Akbar.


    Pesan Syekh Ali Jaber ke Anak-anaknya

    Sebelum meninggal dunia, Syekh Ali Jaber sempat memberikan pesan kepada anak-anaknya untuk tetap menjaga shalat.

    "Jaga shalat sama jaga mama, yang penting shalat," kata Alhasan Ali Jaber, anak Ali Jaber saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Monjok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, (14/1/2021).

    Alhasan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari Nadia Salim.

    Alhasan menceritakan, semasa hidupnya, Syekh Ali Jaber selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak meninggalkan shalat.

    Sebelum Meninggal Alhasan mengatakan, keluarga di Lombok mendengar kabar duka pukul 09.30 WITA.


    Semasa hidupnya Syekh Ali Jaber sempat berpesan, jika dirinya meninggal, Ia ingin dimakamkan di Lombok.

    Terkait hal ini, Alhasan mengatakan semua keluarga masih menunggu kabar dari Jakarta.

    "Ya, kita usahain nanti diurus dulu belum ada kabar. Orang lagi repot semua di sana lagi ngurus semua. Kalau memang bisa dan tidak ada kendala apa-apa kita makamkan di sini (Lombok)," kata Alhasan.

    Alhasan mengatakan kontak terakhir dengan ayahnya sebelum masuk ke ICU. 

    Pantauan Kompas.com, beberapa kerabat dan pelayat tampak berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.  


    Jenazah Syekh Ali Jaber Dimakamkan di Ponpes Da'arul Quran

    Jenazah Syekh Ali Jaber tiba di tempat pemakaman yang berada di sisi timur Pesantren Tahfidz Da'arul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2021) sore.

    Ambulans yang mengangkut jenazah Ali Jaber tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

    Selain ambulans tersebut, terdapat pula tiga motor dan satu mobil polisi yang mengawal mobil tersebut memasuki area pesantren.


    Setibanya, jenazah langsung dibawa ke dalam pesantren untuk dishalati.

    Hanya pihak kerabat dan santri pondok pesantren yang melakukan shalat jenazah.

    Jenazah ulama yang dikenal rendah hati itu kini telah dimakamkan.

    Jenazah Syekh Ali Jaber dimakamkan di pelataran pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Kamis (14/1/2021) sore.

    Lantunan kalimat La Ilaha Illallah pun menggema mengiringi kepergian Syekh Ali Jaber ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

    Lantunan tahlil terus terdengar sampai jasad ulama besar Indonesia tersebut ditutupi tanah kubur.

    Beberapa keluarga Syekh Ali Jaber turun ke liang lahat untuk membaringkan jasad sang ulama.


    Setelah selesai dan ditutup papan kayu, keluarga langsung naik kembali.

    Selain kalimat tahlil, isak tangis juga mengiringi kepergian Syekh Ali Jaber.

    Beberapa ustaz yang hadir tak bisa membendung kesedihannya kala jenazah sang pendakwah ditutup dengan tanah.

    Banyak pelayat yang ingin melihat langsung prosesi pemakaman Syekh Ali Jaber.

    Bahkan berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, beberapa pelayat sampai naik ke genteng rumah warga.


    Warga sekitar terlihat hendak masuk, ada juga yang sekadar menonton proses pemakaman jenazah Syekh Ali Jaber.

    Antusias warga untuk menyaksikan kedatangan jenazah ditertibkan aparat kepolisian dan TNI.

    Mereka diminta untuk membubarkan diri mengingat saat ini masih pandemi.

    Mereka pun akhirnya membubarkan diri.

    Syekh Ali Jaber tutup usia pada pada Kamis pagi pukul 08.38 WIB di RS Yasri.

    Syekh Ali Jaber wafat pada usia 44 tahun.

    Pendakwah yang dikenal murah senyum ini wafat meninggalkan istri yang tengah mengandung.


    Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judulIsak Tangis Putra Angkat Dengar Syekh Ali Jaber Wafat : Maaf Baba, Akbar Belum Bisa Bahagiain Baba,