Janda di Cianjur Ngaku Melahirkan tanpa Hamil, Dinkes: Itu Kehamilan Samar, Ada Pembuahan



    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, angkat bicara terkait pengakuan janda bernama Siti Zainah (25) yang mengaku melahirkan tanpa hamil dan tanpa berhubungan badan dengan siapapun.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi menjelaskan, dalam dunia medis kejadian tersebut dinamakan cryptic pregnancy atau kehamilan samar.

    "Seseorang yang mengalami cryptic pregnancy, cenderung tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengandung," tuturnya.

    Kehamilan itu, tidak disadari oleh ibu yang mengalami cryptic pregnancy. Pasalnya, gejala kehamilan yang dirasakannya sangat halus, sehingga tidak disadari melalui kondisi tubuhnya, dan baru ketahuan setelah akan melahirkan.

    Selain itu, hal tersebut juga bisa terjadi karena faktor fisik atau psikis, atau bisa disebabkan keduanya secara bersamaan.

    "Bisa juga terjadi karena faktor hormonal, di mana mungkin saja siklus menstruasi yang tidak stabil, sehingga saat keluar darah dikira haid padahal bukan," tuturnya.

    Proses kehamilan samar atau cryptic pregnancy, tetap melalui pembuahan atau hubungan badan. Siti Zainah, menurut penyelidikan polisi, sebelum melahirkan baru 4 bulan bercerai dari suaminya. Artinya, sebelum mereka bercerai ada kontak tubuh Siti dan Zainah dengan mantan suami. Dari hasil kontak fisik itu, Siti Zainah tidak sadar kalau dia hamil, sebab dia mengalami cryptic pregnancy.

    Diberitakan sebelumnya, warga Kabupaten Cianjur digemparkan dengan kelahiran bayi dari seorang janda, Siti Zainah (25). Warga Kampung Gabungan, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tersebut, tidak menunjukkan kehamilan, tetapi tiba-tiba melahirkan bayi .

    Baik ibu maupun bayi yang baru lahir dalam kondisi sehat. Bayi itu berjenis kelamin perempuan, memiliki berat 2,9 kg. Sejak empat bulan terakhir, Siti Zainah telah berstatus janda dan pisah ranjang dengan suaminya. 

    (saz)