Loading...

Tak Perlu ke RS, 95 Persen Penderita Cov-19 di Negara Ini Rawat Penyakit dari Rumah Masing-masing



Jika pada umumnya, penderita Covid-19 melewati perawatan di Rumah Sakit dan menjalani isolasi, maka apa yang terjadi di Rwanda berkata sebaliknya.

Pasalnya baru-baru ini pemerintah Rwanda menyatakan metode yang dilakukan oleh mereka terkait penanganan Covid-19 yang menyebar di sana.

Pemerintah Rwanda menyatakan mayoritas dari penduduk di sana menjalani perawatan Covid-19 dengan perawatan di rumah masing-masing.

Pernyataan ini dikeluarkan dari Kementerian Kesehatan Rwanda pada Senin, 25 Januari 2021 kemarin,

Menurut pedoman kementerian, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah disarankan untuk mengisolasi diri mereka sendiri dan menghindari kontak dengan orang yang tinggal bersama mereka.

“Dari 4.000 kasus Covid-19 aktif di negara itu, 95% menerima perawatan di rumah mereka. Hanya sedikit yang dirawat di rumah sakit dan pusat perawatan lain,” kata Menteri Kesehatan Daniel Ngamije dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency.

Mereka yang berada di bawah perawatan berbasis rumah dipantau setiap hari dengan bantuan petugas kesehatan komunitas untuk memastikan mereka menerima perawatan dan tidak melanggar tindakan karantina.

Para pasien juga diberi saluran bebas pulsa untuk dihubungi jika terjadi keadaan darurat.

Kurangi Stress Akibat Covid-19

Japhet Gakuba, warga ibu kota Kigali yang sembuh dari virus Covid-19 di rumah, mengatakan menerima perawatan tanpa harus jauh dari rumah mengurangi stres yang datang dengan status positif.

Sementara itu, Ngamije mengatakan Rwanda memiliki kapasitas untuk menerima 500 pasien dalam perawatan intensif.

"Selain pusat perawatan virus, rumah sakit di seluruh negeri menyediakan setidaknya 10 tempat tidur unit perawatan intensif untuk menangani keadaan darurat Covid-19," jelasnya.

Pemerintah Sabtu lalu meluncurkan tes massal untuk orang tua dan kelompok berisiko tinggi di Kigali, di mana 220 orang didiagnosis dengan Covid-19 dari 4.500 orang yang diuji pada hari pertama.

Tes massal, yang berlangsung hingga Senin, menargetkan lebih dari 20.000 orang di seluruh Kigali.

Julien Niyingabira, perwakilan kementerian, mengatakan bahwa tes cepat gratis membantu otoritas kesehatan menentukan prevalensi virus di kota.

Kabinet Rwanda pekan lalu memberlakukan penguncian 15 hari lagi di ibu kota karena lonjakan kasus.

Hingga Minggu, kasus yang dikonfirmasi di negara Afrika timur itu mencapai 12.975, dengan 4.381 kasus aktif dan 174 kematian.***

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tak Perlu ke RS, 95 Persen Penderita Cov-19 di Negara Ini Rawat Penyakit dari Rumah Masing-masing"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.